Antisipasi Lonjakan Ternak Jelang Idul Adha, Dishub NTB Siapkan Satgas hingga Tambah Dermaga

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ervan Anwar.

Ervan Anwar.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai bergerak cepat mengantisipasi lonjakan distribusi ternak ke luar daerah, terutama ke Pulau Jawa.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, berbagai strategi disiapkan agar proses pengiriman ternak tetap lancar, aman, dan bebas dari penumpukan di pelabuhan.

Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, mengatakan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengurai potensi kemacetan angkutan ternak, terutama di titik krusial seperti pelabuhan.

“Satgas ini fokus memastikan pengaturan di lapangan berjalan optimal. Kami juga sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar distribusi lebih terukur,” kata Ervan, di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperluas buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat lonjakan kendaraan pengangkut ternak setiap tahun kerap memicu kemacetan.

“Dengan buffer zone yang lebih luas, kendaraan tidak lagi menumpuk di dalam pelabuhan. Ini bagian dari mitigasi rutin yang kami perkuat tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Kurang dari Sebulan, Kapal Pesiar Celebrity Millennium Sandar 4 Kali di Pelabuhan Gili Mas

Tak hanya di hilir, Dishub NTB juga memperkuat pengendalian dari sisi hulu. Distribusi ternak dari daerah sentra seperti Bima dan Sumbawa kini diatur lebih sistematis dengan melibatkan Dinas Peternakan.

Pengiriman dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi di pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan.

“Kalau dari hulunya sudah tertata, potensi kemacetan bisa ditekan. Jadi pengendalian tidak hanya di pelabuhan, tapi sejak dari daerah asal,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, Dishub NTB juga mendorong penambahan dermaga operasional di pelabuhan penyeberangan Kayangan–Poto Tano.

Dari sebelumnya dua dermaga, kini diusulkan menjadi tiga dermaga guna mengakomodasi tingginya arus logistik dan penumpang.

Selain itu, jalur distribusi alternatif melalui program tol laut juga dioptimalkan. Kapal dengan kapasitas hingga 500 ekor ternak per perjalanan disiapkan sebagai solusi tambahan.

Menariknya, rute pengiriman juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya dari Bima menuju Tanjung Priok (Jakarta), kini dialihkan ke Tanjung Perak (Surabaya) untuk memangkas waktu tempuh.

Baca Juga :  Ingin Tahu Fungsi dan Ciri Kerusakan Kiprok Motor, Simak Pembahasannya!

“Perubahan rute ini membuat distribusi lebih cepat dan efisien, sehingga perpindahan ternak dari NTB ke Jawa bisa dipercepat,” jelas Ervan.

Dishub NTB juga menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan operator kapal, termasuk terkait kesiapan armada serta perpanjangan masa docking kapal khusus ternak.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan, kelayakan operasional, dan keberlanjutan distribusi tetap terjaga.

Bahkan, jika diperlukan, Pemprov NTB siap mengajukan dukungan kebijakan ke kementerian terkait, termasuk penguatan regulasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha angkutan ternak.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemprov NTB optimistis distribusi ternak menjelang Idul Adha 2026 dapat berjalan lebih tertib dan minim hambatan.

Selain menjaga kelancaran logistik, upaya ini juga diharapkan mampu memastikan kebutuhan hewan kurban masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi.(Sid)

Berita Terkait

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Gubernur NTB Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat

Berita Terbaru