LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Program YUNALEST Peduli Lingkungan kembali menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan lewat program penanaman pohon.
Kali ini, kegiatan dilakukan di salah satu TPU Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Minggu (18/1/2026), bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB.
Kegiatan penanaman pohon sebagai tindak lanjut penanaman pohon yang sudah dilakukan di Bendungan Meninting sekitar tiga minggu lalu.
Ketua Yayasan Unggul Alam Lestari (YUNALEST), Saepul Hak mengatakan, bahwa kondisi TPU tersebut sudah tidak ada pohon pelindung lagi, sehingga pihaknya bertekad untuk mengadakan kegiatan penanaman pohon di sana.
Penanaman ini juga merupakan permintaan dari tokoh dan masyarakat setempat, yang meminta pihaknya untuk membantu penghijauan di area TPU tersebut.
Saepul Hak juga mengapresiasi DLHK Provinsi NTB dalam merespon kegiatan penanaman pohon dengan memberikan bibit Pohon Ketapang Kencana sesuai dengan permintaan warga.
‘’Kami menyampaikan terima kasih juga kepada Bapak Danramil Gunungsari yang selalu siap ikut menyukseskan program-program Yayasan Unggul Alam Lestari serta Bapak Kepala Desa Dopang, perangkat desa dan masyarakat setempat yang ikut turun membantu penanaman pohon,’’ katanya.
Pada kesempatan ini, Sekretaris DLHK Provinsi NTB, Syamsiah Samad, M.Hut mengapresiasi pengurus Yayasan Unggul Alam Lestari yang bergerak di bidang lingkungan ini, karena sudah memulai kegiatan di tahun ini, baik itu penanganan sampah maupun penanaman pohon.
‘’Kita sudah mulai penanaman pohon yang kita hajatkan di TPU Desa Dopang. Alhamdulillah, kuburan ini sudah dibersihkan secara gotong royong oleh warga dan lokasi ini masih sangat membutuhkan naungan berupa pohon-pohon,’’ ujarnya.
Syamsiah Samad juga mengutip dari Al-Quran ‘’bahwa setiap insan bernyawa pasti akan mati, sehingga jika kita meninggal nanti kita harus meninggalkan tapak kita. Salah satunya adalah penghidupan buat umat manusia selanjutnya yaitu pohon buat penanda bahwa kehidupan akan berakhir dengan kematian. Sebagai umat beragama sepanjang kita masih diberikan nafas kehidupan kita akan tetap melakukan giat-giat yang disukai Rasulullah yaitu salah satunya dengan menanam pohon’’.
Bu Chia, demikian sapaan akrabnya mengatakan, dengan adanya kerja sama aparatur desa yang diinisiasi oleh Yayasan Unggul Alam Lestari atau YUNALEST Peduli Lingkungan, pihaknya sudah mulai melakukan penghijauan dan ini akan terus di-upskilling ke beberapa desa lain.
‘’Selain itu, kami juga sudah melakukan pembersihan sampah di kali-kali kecil dan penanaman pohon di Bendungan Meninting, dan sekarang kita adakan di desa ini,’’ katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bu Chia juga mengucapkan terima kasih kepada Danramil maupun Kepala Desa yang memiliki semangat yang sama dengan dirinya. ‘’Ini pertanda bahwa kita selalu waspada dengan bencana, salah satunya melalui penanaman pohon ini,’’ ucapnya.
Sementara itu, Danramil Gunungsari, Kapten Inf Hamdan, A.Md menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan penghijauan seperti ini yang diadakan oleh teman-teman Yayasan Unggul Alam Lestari bersama masyarakat, yang dimulai dari penanaman pohon di area pemakaman dan selanjutnya di tempat-tempat lainnya, baik di Gunungsari maupun Batulayar sebagai wilayah kerjanya.
‘’Dengan adanya kegiatan ini, kami harapkan ini bagian dari upaya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat maupun Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga tidak ada lagi tempat-tempat gersang dan bagian dari mitigasi bencana,’’ katanya.
Danramil mengimbau kepada masayarakat agar bersama-sama menjaga, melestarikan dan menghijaukan bumi ini, agar tercipta alam yang Loh Jinawi (subur makmur atau sejahtera).
Kepala Desa Dopang, H. Harun Arrasyid yang ikut hadir pada kegiatan ini menyampaikan terima kasih kepada DLHK Provinsi NTB, Danramil Gunungsari, tokoh agama, tokoh masyarakat dan apresiasi kepada seluruh pengurus Yayasan Unggul Alam Lestari sebagai inisiator kegiatan penanaman pohon ini.
Kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Unggul Alam Lestari bersama berbagai pihak, bukan hanya sekadar seremonial semata, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga alam, mitigasi bencana, serta membangun kesadaran bersama dalam mewujudkan keaneka ragaman hayati (KEHATI).(eef)

















