Pencarian Tiga Hari Berakhir, Petani di Bima Ditemukan Meninggal di Dam Sumi

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan saat mengevakuuasi korban yang terseret arus banjir saat pulang dari ladangnya menuju rumah di Dusun Mangge Dalam.

Tim SAR gabungan saat mengevakuuasi korban yang terseret arus banjir saat pulang dari ladangnya menuju rumah di Dusun Mangge Dalam.

BIMA, LOMBOKTODAY.ID — Harapan keluarga akhirnya menemukan jawaban, meski bukan yang diinginkan. Operasi pencarian terhadap Ama One (67 tahun), petani asal Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, resmi ditutup pada Sabtu (14/2/2026), setelah tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Korban yang akrab disapa Weli, sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis sore (12/2/2026) usai terseret arus banjir saat pulang dari ladangnya menuju rumah di Dusun Mangge Dalam.

Sore itu hujan turun deras dan membuat aliran sungai meluap. Dalam perjalanan pulang, korban mencoba menyeberangi sungai. Namun derasnya arus banjir tak dapat dilawan. Sejak saat itu, Weli dinyatakan hilang.

Baca Juga :  Pemkab Loteng Sabet Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya dari BPJS Kesehatan

Pencarian langsung dilakukan dengan membagi tim ke dua sektor; Tim darat menyisir sepanjang bantaran sungai, Tim air menggunakan perahu karet menyusuri genangan hingga area bendungan.

Memasuki hari ketiga pencarian, sekitar pukul 10.20 Wita, tim SAR gabungan menemukan tubuh korban mengapung di kawasan Dam Sumi. “Jenazah ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian,”
ujar Koordinator Lapangan Pos SAR Bima, Ryonda Aryan Murbantoko, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet dan dibawa ke rumah duka di Dusun Mangge Dalam untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga :  KASTA NTB Bersama Perwakilan Honorer yang Akan Dirumahkan Datangi DPRD Lobar, Ini yang Disampaikan

Adapun operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya; Pos SAR Bima, Sat Polairud Bima Kota, BPBD Kabupaten Bima, Tagana Kabupaten Bima, Polsek Lambu & Babinsa, Potensi SAR Bima & TSBK, masyarakat serta keluarga korban.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa arus banjir, terutama saat musim hujan, sering kali tampak lebih tenang dari kekuatan sebenarnya, namun dapat berubah menjadi sangat berbahaya dalam hitungan detik.(ltn)

Berita Terkait

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Gubernur NTB Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat

Berita Terbaru