LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai mencuri perhatian lewat potensi kopi lokalnya.
Di tengah kondisi lahan kering dan tadah hujan, warga justru berhasil mencatat panen kopi melimpah—membuka peluang baru bagi ekonomi desa.
Salah satu petani, Amaq Rasip, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Dari lahan seluas 12 are, ia sukses membudidayakan kopi jenis Arabika dan Robusta sejak empat tahun terakhir.
“Hanya dua jenis kopi, Arabika dan Robusta, sekitar 300 bibit yang kami tanam. Hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Panen kali ini menjadi yang paling produktif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan tersebut mendorong Amaq Rasip untuk mengajak petani lain ikut mengembangkan komoditas kopi.
“Kami siap menyediakan bibit bagi warga yang ingin mencoba menanam kopi,” ucapnya.
Sebelum fokus pada kopi, berbagai komoditas seperti pisang dan pepaya sempat dicoba, namun hasilnya belum optimal. Kopi justru menjadi titik balik yang menjanjikan.
Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari adaptasi petani terhadap karakter lahan.
“Wilayah kami didominasi lahan kering dan tadah hujan. Tapi petani mampu mengoptimalkan kondisi tersebut dengan berbagai komoditas, termasuk kopi yang terbukti meningkatkan ekonomi warga,” jelasnya.
Selain kopi, warga juga menanam melon, semangka, cabai, tomat, hingga bawang sebagai bagian dari diversifikasi pertanian.
Tak berhenti di situ, pemerintah desa mulai mengarah pada sistem pertanian berkelanjutan. Melalui BUMDes dan kelompok petani muda, mereka mengembangkan pupuk organik berbasis kotoran ternak (kohe).
Langkah ini diperkuat dengan kerja sama internasional. Pemdes Segala Anyar kini menggandeng Wakai Farm dari Jepang untuk mengembangkan budidaya sayuran organik.
“Kami sedang menjalin kerja sama dengan Wakai Farm Jepang. Ke depan, mereka juga berencana membangun greenhouse untuk mendukung program ini,” kata Ahmad Zaini.
Dengan keberhasilan panen kopi dan dukungan kolaborasi global, Desa Segala Anyar berpotensi menjadi salah satu sentra kopi baru di Lombok Tengah.
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, langkah ini juga membuka peluang pengembangan agrowisata dan produk kopi lokal bernilai jual tinggi.(LS)

















