Bupati Didampingi Sekda Lotim dan Disperin NTB Bahas Desa Berdaya hingga Hilirisasi Porang, Bulog Siap Dukung Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Hal itu terlihat saat Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) HM. Juaini Taofik menerima audiensi Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB bersama Perum Bulog, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Lotim tersebut, membahas sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan desa berdaya, hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan di Lombok Timur.

Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah porang.

Bupati Haerul Warisin menyebut harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga yang ditetapkan Bulog.

Menurutnya, porang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena perawatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan pupuk khusus.

Selain itu, masa panennya juga dinilai fleksibel sesuai kebutuhan petani.

“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Produksinya di Lombok Timur bisa mencapai 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari umbi hingga menjadi tepung,” ujar Bupati Haerul Warisin.

Baca Juga :  DPRD dan Pemda Lombok Timur Teken Nota Kesepakatan Tentang APBD Perubahan 2025

Pemkab Lotim juga terus melakukan pengawasan terhadap pengembangan komoditas tersebut agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pembahasan program desa berdaya, Bupati meminta Pemerintah Provinsi NTB melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di tujuh desa yang masuk dalam kategori desa berdaya di Lombok Timur.

Ketujuh desa tersebut yakni Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.

Ia juga mengusulkan agar penyaluran bantuan sembako dilakukan melalui kartu khusus supaya distribusinya lebih tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat.

Di sektor pertanian, pengendalian inflasi komoditas cabai dan sayuran turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pemkab Lotim mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayuran guna menjaga stabilitas harga pangan.

Sebelumnya, pemerintah daerah bahkan sempat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk membantu menekan lonjakan harga di pasar.

Tak hanya itu, Pemkab Lotim juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Lalu Wiranata mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk dalam program desa berdaya, termasuk tujuh desa di Lombok Timur.

Baca Juga :  Hadiri Rakor Persiapan Fornas ke-VIII, Ini Hal Penting Disampaikan Sekda NTB

Program tersebut difokuskan pada desa-desa dengan kategori miskin ekstrem melalui bantuan stimulan dan penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.

Ia juga menilai Lombok Timur memiliki potensi hilirisasi yang besar dengan lebih dari 30 sektor yang mulai dikembangkan. Namun, masih banyak potensi daerah yang belum dimaksimalkan.

Dalam kesempatan itu, Lalu Wiranata turut mengungkap adanya ketertarikan investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas kelapa di Lombok Timur.

Di sisi lain, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Rizal menegaskan kesiapan Bulog mendukung berbagai program strategis di Lombok Timur.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan dan pengadaan beras guna memperkuat program desa berdaya serta ketahanan pangan daerah melalui operasi pangan murah di tujuh desa berdaya.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan berbagai lembaga terkait dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di Lombok Timur.(Kml)

Berita Terkait

Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata
Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot
Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab
Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi
Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas
Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste
Gubernur Iqbal Tawarkan Potensi Investasi NTB ke Maroko, Bidik Kerja Sama Strategis Bernilai Triliunan
Dewan Komisaris PLN Energi Gas Tinjau Proyek EG Benoa Bali, Tegaskan Komitmen Transparansi Penggunaan Uang Negara

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:02 WIB

Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:06 WIB

Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste

Berita Terbaru