Menjaga Demokrasi dengan Akal Sehat, Bukan Sekadar Emosi

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamzan Wadi, S.Pd., M.M.Inov

Hamzan Wadi, S.Pd., M.M.Inov

Oleh: Hamzan Wadi, S.Pd., M.M.Inov │

PERNYATAAN yang disampaikan oleh LMND NTB patut diapresiasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Kritik adalah energi penting dalam menjaga kekuasaan tetap terkendali.

Namun, dalam semangat menjaga demokrasi itu pula, kita perlu memastikan bahwa kritik tidak kehilangan arah dan proporsinya.

Melabeli sebuah langkah hukum sebagai “arogansi” atau bahkan “ancaman demokrasi” adalah tuduhan yang tidak ringan.Pernyataan seperti ini seharusnya dibangun di atas analisis yang utuh, bukan sekadar respons emosional terhadap satu peristiwa.

Dalam kasus ini, perlu dibedakan secara jernih mana wilayah kebebasan berekspresi, dan mana wilayah perlindungan hak pribadi.

Tanpa pembedaan ini, kritik berpotensi menjadi simplifikasi yang menyesatkan.

Seringkali kita lupa bahwa pejabat publik tetap memiliki identitas sebagai individu yang dilindungi hukum. Hak atas privasi bukanlah privilese, melainkan hak dasar.

Baca Juga :  Parpol Cenderung Tak Serius Kaderisasi Calon Pemimpin, Sultan Wacanakan Capres Independen

Ketika ada dugaan pelanggaran terhadap ranah pribadi, menempuh jalur hukum bukanlah bentuk alergi terhadap kritik. Justru sebaliknya, itu menunjukkan kepercayaan pada mekanisme yang sah dalam negara hukum.

Di titik ini, penting untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa setiap proses hukum adalah bentuk pembungkaman

Mengaitkan kasus ini dengan kemunduran demokrasi adalah lompatan logika yang perlu diuji kembali.

Jika setiap upaya penegakan hak pribadi langsung dibingkai sebagai ancaman demokrasi, maka kita sedang mengaburkan batas antara kritik dan pelanggaran, serta berisiko menormalisasi tindakan yang seharusnya dikoreksi

Narasi seperti ini, jika tidak hati-hati, justru dapat menurunkan kualitas diskursus publik.

Baca Juga :  Bupati Lotim Buktikan Diri Tidak Anti Kritik dan Tidak Alergi Demo

Demokrasi tidak hanya bicara soal kebebasan, tetapi juga tanggung jawab. Kebebasan berekspresi tidak pernah dimaksudkan untuk berjalan tanpa batas.

Sebaliknya, perlindungan hukum tidak boleh dimaknai sebagai alat untuk membungkam kritik. Disinilah keseimbangan harus dijaga, dan di situlah kedewasaan demokrasi diuji.

Kritik tetap penting, bahkan harus dijaga.
Namun kritik yang kuat adalah kritik yang akurat, proporsional, dan tidak tergelincir menjadi tuduhan yang berlebihan

Dalam konteks ini, yang dibutuhkan bukan sekadar keberanian bersuara, tetapi juga kejernihan dalam menilai.

Karena pada akhirnya, demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa keras kita berbicara, tetapi dari seberapa adil kita memahami persoalan.(*)

Penulis adalah Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa.

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ajukan Dua Raperda Strategis, Perangi Hoaks dan Siapkan Pilkades Serentak 2027
Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK
Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi
Raker APPSI 2026 di Lombok Satukan Gubernur se-Indonesia, Percepat Transformasi Daerah Menuju Indonesia Maju
Pemda Lombok Timur Ukir Sejarah, Pisah Sambut Dandim 1615 dan Kapolres Digelar Serentak
NTB Jadi Tuan Rumah Raker APPSI 2026, Seluruh Gubernur se-Indonesia Dijadwalkan Hadir
STN dan LMND Bentuk Sekretariat Bersama untuk Percepat Program Strategis Nasional Prabowo–Gibran
Di Momentum Hari Ulang Tahun ke-54 Gubernur Iqbal, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan Penting untuk NTB

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:06 WIB

Wabup Lombok Timur Ajukan Dua Raperda Strategis, Perangi Hoaks dan Siapkan Pilkades Serentak 2027

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:36 WIB

Raker APPSI 2026 di Lombok Satukan Gubernur se-Indonesia, Percepat Transformasi Daerah Menuju Indonesia Maju

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:07 WIB

Pemda Lombok Timur Ukir Sejarah, Pisah Sambut Dandim 1615 dan Kapolres Digelar Serentak

Berita Terbaru