SUMBAWA, LOMBOKTODAY.ID – Aliansi Perjuangan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) terus memanaskan semangat perjuangan menjelang Aksi Akbar 26 Mei 2026.
Dalam narasi yang penuh simbol perjuangan, kawasan Seteluk dan Tano disebut sebagai “Iran”-nya PPS, sementara Pelabuhan Poto Tano dianalogikan sebagai “Selat Hormuz” dalam gerakan besar masyarakat Pulau Sumbawa.
Gerakan tersebut disebut bukan sekadar agenda demonstrasi biasa, melainkan momentum penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa untuk memperjuangkan kemandirian dan masa depan daerah.
Presiden Aliansi PPS, Muhammad Sahril Amin, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa membutuhkan keberanian, persatuan, dan pengorbanan bersama.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat se-Pulau Sumbawa, terutama Generasi Milenial dan Gen Z, agar mulai menyiapkan diri secara fisik dan batin menuju Aksi Akbar 26 Mei 2026.
Karena momentum ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan anak cucu kita di Pulau Sumbawa ke depan,” ujar Sahril Amin dalam siaran resminya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, selama puluhan tahun masyarakat Pulau Sumbawa dinilai hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya potensi sumber daya alam daerah sendiri.
Ia menilai, harapan masyarakat terhadap terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa sudah terlalu lama tertunda.
Narasi perjuangan itu juga menyoroti pentingnya keberanian rakyat dalam menentukan arah masa depan daerahnya sendiri.
Aliansi PPS meyakini perubahan besar tidak akan lahir tanpa gerakan kolektif masyarakat.
“Sudah 25 tahun rakyat menunggu. Sudah terlalu lama harapan digantung dan waktu terus diulur-ulur. Saatnya rakyat Pulau Sumbawa menentukan nasibnya sendiri dan membuktikan bahwa daerah ini mampu berdiri mandiri dengan harga dirinya sendiri,” ungkapnya.
Selain mengajak masyarakat umum, Aliansi PPS juga secara khusus mendorong keterlibatan generasi muda untuk menjadi bagian dari sejarah perjuangan daerah.
“Saatnya kita bangkit, saatnya kita kompak bersatu, saatnya kita membuat sejarah kita sendiri,” tegasnya.
Aksi Akbar 26 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu momentum terbesar dalam perjalanan aspirasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang selama ini terus diperjuangkan berbagai elemen masyarakat.(Sid)

















