Pendaki Asal Lotim Tewas Diduga Hipotermia di Bukit Savana Dandaun Sembalun, Evakuasi Libatkan Polisi dan Tim SAR

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Seorang pendaki bernama Hamzanwadi (38 tahun) asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Bukit Savana Dandaun, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (4/7/2026).

Korban diduga mengalami hipotermia setelah sebelumnya mengeluhkan kelelahan dan sesak napas saat perjalanan menuju lokasi perkemahan.

Aparat Polsek Sembalun bersama Basarnas Pos SAR Kayangan, tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, pengelola Bukit Savana Dandaun, dan keluarga korban bergerak cepat melakukan koordinasi serta evakuasi setelah menerima laporan adanya pendaki yang tidak sadarkan diri di area camp.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, melalui keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (5/7/2026), menjelaskan bahwa informasi pertama diterima sekitar pukul 22.00 Wita.

Petugas piket Polsek Sembalun segera melakukan verifikasi kepada pengelola Bukit Savana Dandaun terkait laporan seorang pendaki yang pingsan di lokasi perkemahan.

“Setelah informasi dipastikan benar, anggota langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Kayangan dan Puskesmas Sembalun untuk melakukan proses evakuasi,” jelasnya.

Berdasarkan laporan kepolisian, Hamzanwadi memulai pendakian sekitar pukul 16.00 Wita bersama empat rekannya, yakni Sabri (41 tahun), dua anak Sabri, Rizki Sami (10 tahun) dan Aqila (10 tahun), serta putra korban, Khalifi (13 tahun). Mereka mendaki melalui Jalur 2 (Lendakuta) menuju Bukit Savana Dandaun.

Baca Juga :  Dua Puluh Pohon Pelindung Ditanam di TPU Desa Dopang Gunungsari

Sekitar pukul 17.33 Wita, korban sempat menghubungi istrinya, Agus Alfiani, melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, Hamzanwadi mengaku mulai kelelahan dan merasakan sesak di bagian dada. Sang istri sempat meminta korban membatalkan pendakian dan kembali ke basecamp.

Namun, korban memilih melanjutkan perjalanan karena merasa telah menempuh setengah perjalanan menuju puncak.

Sesampainya di lokasi perkemahan, rombongan mendirikan tenda. Tidak lama kemudian, Hamzanwadi mengalami muntah-muntah sebelum beristirahat di dalam tenda usai menunaikan salat.

Situasi berubah saat Sabri yang sedang melaksanakan salat Magrib mendengar teriakan histeris Khalifi yang memanggil para pendaki lain untuk meminta pertolongan.

Sabri kemudian bergegas menuju tenda korban dan mendapati Hamzanwadi sudah tidak sadarkan diri. Bersama sejumlah pendaki lain, mereka berusaha memeriksa denyut nadi dan pernapasan korban. Namun, saat itu korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Sekitar pukul 19.20 Wita, Sabri menghubungi keluarga korban untuk mengabarkan kondisi Hamzanwadi sekaligus meminta bantuan proses evakuasi.

Baca Juga :  Kapal Nelayan Terbakar di Gili Air, Kapten dan ABK Diselamatkan Tim Gabungan

Keluarga korban kemudian menuju basecamp dan tiba sekitar pukul 21.45 Wita. Tak lama berselang, tim pengelola bersama keluarga bergerak menuju lokasi korban, disusul tim kedua beberapa menit kemudian.

Setelah memastikan kondisi korban, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sembalun, Basarnas Pos SAR Kayangan, pengelola Bukit Savana Dandaun, tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, serta pihak keluarga mengevakuasi korban menuju basecamp.

Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Sekitar pukul 00.20 Wita, korban berhasil dibawa turun dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Sembalun.

Hasil pemeriksaan medis pada pukul 00.55 Wita menyatakan Hamzanwadi telah meninggal dunia. Pemeriksaan luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benturan pada tubuh korban.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 01.35 Wita untuk dibawa ke rumah duka di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi fisik, cuaca, serta perlengkapan keselamatan sebelum melakukan aktivitas pendakian, terutama di kawasan pegunungan yang memiliki suhu dingin ekstrem pada malam hari.(Kml)

Berita Terkait

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Gubernur NTB Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat

Berita Terbaru