Kenikmatan dan Kelezatan Teragung-Tertinggi: Kenikmatan Akal Intelektual

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H Fahrurrozi Dahlan, QH.

H Fahrurrozi Dahlan, QH.

OLEH: H. FAHRURROZI DAHLAN, QH

Prolog:
Mungkin ada yang terbersit di benak pikiran kita tentang kenikmatan, kesenangan dan kelezatan duniawi yang terbaik.
Mungkin saja ada yang menjawab, kenikmatan syahwat? Karena nikmat ini dapat melahirkan keturunan dan melahirkan generasi pejuang agama nantinya. Iya kemungkinan bisa benar jawaban ini.
Mungkin ada juga yang mengatakan nikmat yang terindah adalah nikmat memiliki harta benda yang banyak. Dengan nikmat harta benda itu dapat membuat pemiliknya tenang beribadah dan dapat secara leluasa bersedekah. Iya alasan ini juga bisa tepat.

Mungkin juga ada yang berpendapat, kenikmatan itu ada pada jabatan, posisi terhormat, status sosial tinggi. Dengan nikmat ini dapat memberikan dampak kebaikan kepada banyak orang karena kebijakan yang membuat mereka bahagia dan sejahtera. Alasan ini juga bisa benar. Tapi ada argumen yang lebih logis dan argumentatif tentang Kenikmatan Akal Intelektual manusia sebagai kenikmatan tertinggi.

Nah, saya ajak pembaca mencoba merenungi, mencermati ulasan Sang Ulama Intelektual, Syaikh Ahmad Nasir Atthoyyar, yang dituangkan dalam karyanya, Ghazául Uqúl wa Shifátul Uqolá’. Sebagai berikut:

أعظم اللذات : أللذة العقلية
==================

لذات الدنيا كلها محصورة فى لذات ثلاثة:
اللذة الأولى: اللذة الجسدية الحسية وهى التى يتلذذ بها الانسان فى بدنه كلذة العقل والشرب واللعب وهذه اللذة يشترك فيها الانسان والحيوان البهيم. ولو كانت كمالا لكان افضل الناس وأشرفهم واكملهم أكثرهم أكلا وشربا ولعبا.
واللذة الثانية: اللذة الوهمية الخيالية كلذة الرئاسة والمنصب والسيطرة والتعاظم على الخلق والفخر وغيره التى يظن صاحبها أنها لذة حقيقية وانما هى وهمية مؤقتة سرعان ما تزول لانه ارتفع بغيره من منصب وشهادة ومال ولم يرتفع نفسه واخلاقه وعلمه وجمال افعاله. واذا ذهب منصبه او ماله ذهبت منصبه او ماله ذهبت مكانته واقبال الناس اليه. وهذه اللذة وان كانت اشرف من الاولى الا أن آلامها ومفاسدها ومضارها أشد وأكثر وأعظم من التلذذ بها لأن صاحبها يعادى كل من تعاظم وترئس عليه ويحسد من نافسه فيها.
اللذة الثالثة : اللذة العقلية الروحانية وهى التى يتلذذ بها الانسان فى عقله وروحه وقلبه كلذة المعرفة والعلم والانصاف بصفات الكرم والجود والعطاء والشجاعة والصبر والمروؤة وغيرها فإذا انضمت اللذة بذلك الى لذة معرفة الله تعالى ومحبته وعبادته وحده لا شريك له فصاحب هذة اللذة فى جنة عالية.

Maknanya:
Kesenangan terbesar adalah kesenangan akal. Kesenangan duniawi dapat dibagi menjadi tiga jenis:

1]. Kesenangan jasmani: Kesenangan yang dirasakan oleh tubuh, seperti kesenangan makan, minum, dan bermain. Kesenangan ini dapat dirasakan oleh manusia dan hewan.
2]. Kesenangan imajinatif: Kesenangan yang dirasakan oleh pikiran, seperti kesenangan menjadi pemimpin, memiliki kekuasaan, dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Kesenangan ini hanya bersifat sementara dan dapat hilang dengan cepat.
3]. Kesenangan akal: Kesenangan yang dirasakan oleh akal, seperti kesenangan mengetahui, memahami, dan memiliki sifat-sifat yang baik seperti kemurahan hati, keberanian, dan kesabaran. Kesenangan ini dapat membawa seseorang ke surga yang tinggi jika disertai dengan pengetahuan dan cinta kepada Allah SWT.

PEMAKNAAN KAJIAN INI:

Kajian teks ini menjelaskan tentang tiga jenis kesenangan yang dapat dirasakan oleh manusia. Kesenangan jasmani adalah kesenangan yang paling rendah dan dapat dirasakan oleh hewan. Kesenangan imajinatif adalah kesenangan yang bersifat sementara dan dapat membawa seseorang ke dalam kesombongan dan keserakahan. Kesenangan akal adalah kesenangan yang paling tinggi dan dapat membawa seseorang ke surga yang tinggi jika disertai dengan pengetahuan dan cinta kepada Allah SWT.

Dalam Islam, kesenangan akal dianggap sebagai kesenangan yang paling tinggi karena dapat membawa seseorang ke dalam kebahagiaan yang abadi. Oleh karena itu, sangat penting bagi manusia untuk mencari kesenangan akal dan meninggalkan kesenangan jasmani dan imajinatif.

Baca Juga :  Boleh atau Tidak Menggunakan Lampu Hazar Saat Melewati Lampu Merah?

Lebih lanjut dijelaskan:
نسبتها الى لذات الدنيا كنسبة الجنة الى لذة الدنيا. فإنه ليس للقلب والروح ألذ ولا أطيب ولا أحلى ولا أنعم من محبة الله والاقبال عليه وعبادته وحده وقرة العين به والأنس بقربه والشوق إلى لقائه ورؤيته. وان مثقال ذرة من هذه اللذة لا يعدل بأمثال الجبال من لذات الدتيا ولذلك كان مثقال ذرة من ايمان بالله ورسوله يخلص من الخلود فى دار الآلام فكيف بالايمان الذى يمنع دخولها؟. وهذه اللذة لا مضرة منها ابدا واثارها المحمودة مضمونة فى الدنيا والاخرة. والمروؤة والدين والعقل ينهى عن لذة تسبب ألما وشهوة تورث ندما فعليك باللذة الحقيقية التى لا تفارق صاحبها حيا وميتا. وصدق الله تعالى [الذين احسنوا فى هذه الدنيا حسنة ولدار الآخرة خير : النحل : ٣٠] [ومن عمل صالحا من ذكر وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم اجرهم باحسن ما كانوا يعملون.[النحل: ٩٧] فضمن لأهل الايمان والعمل الصالح الجزاء فى الدنيا بالحياة الطيبة فلهم اطيب الحياتين فهم أحياء فى الدارين.

Maknanya:
Kesenangan akal ini memiliki perbandingan dengan kesenangan duniawi seperti perbandingan surga dengan kesenangan duniawi. Tidak ada kesenangan yang lebih lezat, lebih manis, dan lebih nikmat bagi hati dan jiwa daripada mencintai Allah, mendekati-Nya, dan beribadah kepada-Nya saja. Kesenangan ini tidak memiliki kerugian sama sekali dan memiliki efek yang baik di dunia dan akhirat. Akal, agama, dan kebijaksanaan melarang kesenangan yang menyebabkan kesedihan dan penyesalan. Oleh karena itu, carilah kesenangan yang sebenarnya yang tidak akan meninggalkanmu hidup atau mati.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat baik di dunia ini, mereka akan mendapat kebaikan. Dan sesungguhnya di akhirat itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Nahl: 30)
Dan barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak akan dianiaya sedikit pun. (QS. Al-Nahl: 97)

Kajian teks ini menjelaskan tentang keutamaan kesenangan akal yang sebenarnya, yaitu mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya saja. Kesenangan ini memiliki perbandingan dengan kesenangan duniawi seperti perbandingan surga dengan kesenangan duniawi. Oleh karena itu, sangat penting bagi manusia untuk mencari kesenangan yang sebenarnya ini dan meninggalkan kesenangan duniawi yang hanya bersifat sementara.

Dalam Islam, kesenangan akal yang sebenarnya ini dianggap sebagai kesenangan yang paling tinggi dan dapat membawa seseorang ke surga yang tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagi manusia untuk mencari kesenangan ini dan meninggalkan kesenangan duniawi yang hanya bersifat sementara.

Kesimpulan pokoknya adalah:

Pertama: Kelezatan Jasad

Keputusan ini adalah kelezatan yang dirasakan oleh tubuh, seperti kelezatan makan, minum, dan bermain. Kelezatan ini dapat dirasakan oleh manusia dan hewan, dan merupakan kelezatan yang paling rendah.
Contoh kelezatan ini adalah:Kelezatan makan makanan yang lezat, Kelezatan minum minuman yang segar, Kelezatan bermain dengan teman-teman, Kelebihan kelezatan ini adalah: Dapat dirasakan secara langsung, Dapat membuat tubuh merasa nyaman, Kekurangan kelezatan ini adalah: Hanya bersifat sementara, Dapat membuat ketagihan, Tidak dapat membawa kebahagiaan yang abadi

Kedua: Kelezatan Imajinatif.

Kenikmatan ini adalah kelezatan yang dirasakan oleh pikiran, seperti kelezatan menjadi pemimpin, memiliki kekuasaan, dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Kelezatan ini hanya bersifat sementara dan dapat membuat seseorang menjadi sombong dan keserakahan. Contoh kelezatan ini adalah: Kelezatan menjadi pemimpin yang dihormati, Kelezatan memiliki kekuasaan yang besar, Kelezatan merasa lebih tinggi dari orang lain, Kelebihan kelezatan ini adalah: Dapat membuat seseorang merasa percaya diri, Dapat membuat seseorang merasa lebih tinggi, Kekurangan kelezatan ini adalah: Hanya bersifat sementara, Dapat membuat seseorang menjadi sombong, Tidak dapat membawa kebahagiaan yang abadi.

Baca Juga :  Vicon Bersama Mendagri, Tito Karnavian: Mari Jaga Situasi Kondusif dan Damai

Ketiga: Kelezatan Akal

Keputusan ini adalah kelezatan yang dirasakan oleh akal, seperti kelezatan mengetahui, memahami, dan memiliki sifat-sifat yang baik seperti kemurahan hati, keberanian, dan kesabaran. Kelezatan ini dapat membawa seseorang ke surga yang tinggi dan merupakan kelezatan yang paling tinggi.
Contoh kelezatan ini adalah: Kelezatan mengetahui kebenaran, Kelezatan memahami ilmu pengetahuan, Kelezatan memiliki sifat-sifat yang baik, Kelebihan kelezatan ini adalah: Dapat membawa kebahagiaan yang abadi, Dapat membuat seseorang menjadi lebih baik, Dapat membawa seseorang ke surga yang tinggi.

Kekurangan kelezatan ini adalah: Tidak dapat dirasakan secara langsung, Memerlukan usaha dan kesabaran.

EMPAT KATEGORI INTELEKTUAL YANG BERDIALEKTIKA DENGAN AKAL LOGIKANYA.

اقسام الناس فى تعاملهم مع عقولهم.
انقسم الناس فى تعاملهم مع عقولهم فى اقسام اربعة القسم الاول: من استعمله فيما خلق له وفيما ينفعه فى دينه ودنياه. هذا هو العاقل حقا. هو استعمل عقله فى جلب ينفعه عن دينه ودنياه فعمل جده وترك الكسل والخمول وطلب معالى الامور.
القسم الثانى: من استعمله فيما لم يخلق له وفيما يضره فى دينه ودنياه. كحال كثير من الاذكياء فيما استعملوه فى نيل شهواتهم واشباع رغباتهم فهولاء اوتوا ذكاء ولم يؤتوا زكاء واوتوا فيهمافلم يؤتوا عقلا.
القسم الثالث: من عطله واهمله. كحال الكفار والفجار الذين سيندمون يوم القيامة على عدم استعمالهم لعقولهم. وكحال الجهال الذي لم يستعملوا عقولهم فى تحسين أخلاقهم وطباعهم. فالعاقل من استعمل عقله فيما ينجيه من عذاب النار.
القسم الرابع: ومن سعى فى تدميره وافساده بجنايته على نفسه بتناول المخدرات والمسكرات.

Manusia dapat dibagi menjadi empat kategori dalam menggunakan akal mereka:

1]. Kategori pertama:
Mereka yang menggunakan akal mereka untuk tujuan yang benar dan bermanfaat bagi agama dan dunia mereka. Mereka ini adalah orang-orang yang benar-benar berakal. Mereka menggunakan akal mereka untuk mencari kebaikan dan manfaat bagi diri mereka sendiri dan orang lain, serta meninggalkan kemalasan dan kehinaan.

2]. Kategori kedua:
Mereka yang menggunakan akal mereka untuk tujuan yang tidak benar dan merugikan bagi agama dan dunia mereka. Seperti banyak orang pintar yang menggunakan kecerdasan mereka untuk memenuhi hawa nafsu dan keinginan mereka. Mereka ini diberi kecerdasan, tetapi tidak diberi kesadaran dan kebijaksanaan.

3]. Kategori ketiga:
Mereka yang mengabaikan dan tidak menggunakan akal mereka. Seperti orang-orang kafir dan fasik yang akan menyesali pada hari kiamat karena tidak menggunakan akal mereka. Juga seperti orang-orang bodoh yang tidak menggunakan akal mereka untuk memperbaiki akhlak dan perilaku mereka. Orang yang berakal adalah mereka yang menggunakan akal mereka untuk mencari keselamatan dari azab neraka.

4]. Kategori keempat:
Mereka yang berusaha untuk menghancurkan dan merusak diri mereka sendiri dengan melakukan kejahatan, seperti mengonsumsi narkoba dan minuman keras.

Narasi tersebut menjelaskan tentang empat kategori manusia dalam menggunakan akal mereka. Kategori pertama adalah mereka yang menggunakan akal mereka untuk tujuan yang benar dan bermanfaat, sedangkan kategori kedua adalah mereka yang menggunakan akal mereka untuk tujuan yang tidak benar dan merugikan. Kategori ketiga adalah mereka yang mengabaikan dan tidak menggunakan akal mereka, sedangkan kategori keempat adalah mereka yang berusaha untuk menghancurkan diri mereka sendiri.

Dalam Islam, akal dianggap sebagai nikmat yang sangat berharga yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Akal memungkinkan manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, serta untuk membuat keputusan yang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi manusia untuk menggunakan akal mereka dengan bijak dan benar.

SEMOGA KITA SEMUA MERAIH KENIKMATAN AKAL PIKIRAN YANG DILAMBARI OLEH RASA CINTA DAN KEDEKATAN KEPADA ALLAH SWT DALAM BERIBADAH KEPADANYA].(*)

Penulis adalah Akademisi UIN Mataram-Pegiat Dakwah Sosial-Digital-Waketum PBNW.

Berita Terkait

Hanyut Terseret Banjir Bandang di Sumbawa, Warga Lombok Barat Hilang
NTB Bermunajat: Momentum Kebersamaan dan Doa Bersama Sambut HUT NTB ke-67
Tingkatkan Akses Kesehatan, Pemprov NTB Luncurkan Ambulans Gratis
Dimensi Kesempurnaan Intelektualitas Terletak pada Sepuluh Fungsi Lisan yang Terkontrol dengan Sempurna: Syaikh Abu Hatim RA
Gubernur NTB Tekankan Manajemen Risiko Kunci Sukses Pembangunan Daerah
Gubernur NTB: Melindungi Perempuan dan Anak adalah Janji Moral
Sinta Iqbal Tekankan Pentingnya Peran Istri ASN dalam Kesuksesan Suami
Jambore Kader Posyandu, Ketua TP Posyandu NTB Puji Dedikasi Melayani Masyarakat dengan Hati yang Tulus

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 21:02 WIB

Hanyut Terseret Banjir Bandang di Sumbawa, Warga Lombok Barat Hilang

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:02 WIB

NTB Bermunajat: Momentum Kebersamaan dan Doa Bersama Sambut HUT NTB ke-67

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:06 WIB

Tingkatkan Akses Kesehatan, Pemprov NTB Luncurkan Ambulans Gratis

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:03 WIB

Dimensi Kesempurnaan Intelektualitas Terletak pada Sepuluh Fungsi Lisan yang Terkontrol dengan Sempurna: Syaikh Abu Hatim RA

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:33 WIB

Gubernur NTB Tekankan Manajemen Risiko Kunci Sukses Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Mansur Afifi.

Ekonomi & Bisnis

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

Selasa, 16 Des 2025 - 13:03 WIB

Ekonomi & Bisnis

Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru

Senin, 15 Des 2025 - 20:03 WIB