Kebijakan Randis Mobil Listrik di NTB, Solusi Menghemat Anggaran dan Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai 2026 ini mengeluarkan kebijakan baru terkait kendaraan dinas (Randis) mobil listrik untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kebijakan ini, setiap OPD akan diberikan jatah 2 (dua) unit kendaraan dinas mobil listrik untuk mendukung kinerja kepala dinas (Kadis) dan operasional dinas. Terkecuali ada beberapa OPD yang membutuhkan kendaraan dinas mobil listrik lebih, akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan, bahwa kendaraan dinas mobil listrik ini dilengkapi dengan teknologi full-charge yang memungkinkan jarak tempuh hingga 550 km per satu unit baterai. Dengan demikian, kendaraan ini dapat digunakan untuk perjalanan jauh tanpa perlu khawatir kehabisan baterai.

Baca Juga :  Awalnya 35, Kini 51 Siswa Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG di Pringgasela

‘’Kebijakan ini nanti kita akan menggunakan dengan pola sewa pinjam pakai, sehingga kita dapat menghemat anggaran daerah sebesar Rp9 miliar per tahun,’’ jelas Gubernur Iqbal, Rabu (31/12/2025).

Selain itu, lanjut Gubernur Iqbal, penggunaan kendaraan listrik ini, juga dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Dan pihak PT PLN (Persero) telah menyiapkan lebih dari 17 charging station atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di seluruh NTB untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.

Baca Juga :  Tuna Lombok Timur Tembus Pasar Amerika, Ekspor NTB Capai Puluhan Miliar

Selain itu, 16 unit lokasi charging station lainnya juga telah terinstal di pelabuhan, bandara, terminal besar, dan kantor bupati/wali kota.

Gubernur Iqbal menegaskan, kebijakan ini telah melalui perhitungan yang matang, baik dari aspek risiko maupun hal lainnya. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemprov NTB dan masyarakat.

Sedangkan bagi pejabat eselon III dan IV, mereka tidak lagi diberikan fasilitas kendaraan dinas, melainkan akan diberikan pengganti uang transportasi.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan dinas dan menghemat anggaran daerah.(ltn)

Berita Terkait

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru