KOTA BIMA, LOMBOKTODAY.ID – PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Nusa Tenggara Barat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan syariah yang menyasar masyarakat serta calon nasabah baru di Kota Bima.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang aman, mudah diakses, dan sesuai prinsip syariah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, mulai dari perwakilan OJK NTB, jajaran Pemerintah Kota Bima, hingga berbagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah se-Kota Bima.
Wali Kota Bima, H.A. Rahman, S.E., dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara TPKAD Kota Bima, Bank NTB Syariah, dan OJK NTB yang dinilai mampu menghadirkan edukasi keuangan syariah secara lebih luas kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Literasi keuangan memiliki peran besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat. Selain itu, hal ini juga dapat memperkuat sektor ekonomi masyarakat serta mendorong pelaku usaha agar tumbuh lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., menegaskan bahwa literasi keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan perbankan.
Menurutnya, aspek yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara tepat dan bijak demi meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan.
“Literasi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami manfaat dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah secara tepat. Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha, serta memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi salah satu strategi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, terutama melalui penguatan sektor UMKM dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Bank NTB Syariah meyakini kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin inklusif.
Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami layanan keuangan, tetapi juga semakin percaya dan aktif memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.
Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas program edukasi dan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.(arz)

















